TANJUNG, kontrasx.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong mengambil langkah antisipatif untuk menjaga ketersediaan dan stabilitas harga bawang merah di Bumi Saraba Kawa.
Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendatangkan pasokan bawang merah dari Pulau Jawa, sebagai langkah preventif untuk memastikan pasokan tetap aman di tengah potensi dinamika distribusi menjelang akhir tahun.
Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabalong, Jelita Anggraini menyampaikan langkah ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah menjaga kestabilan harga bahan pokok serta menghindari potensi tekanan inflasi.
“Kami berupaya menjaga ketersediaan bawang merah di pasaran dengan menambah pasokan dari Pulau Jawa. Ini bentuk antisipasi agar distribusi tetap lancar dan harga tetap stabil untuk masyarakat Tabalong” ungkapnya pada kontrasx.com, Rabu (15/10).
Ia mengatakan guna menjaga stabilitas pasokan, pihaknya mendatangkan bawang merah dari dua daerah penghasil.
“Bawang merah kita datangkan langsung dari
daerah penghasil yakni Nganjuk dan Probolinggo dan akan segera masuk pasaran Tanjung dalam waktu kira-kira seminggu ke depan” ujarnya.
Jelita menjelaskan pemerintah daerah terus memantau perkembangan pasokan dan distribusi bahan pangan secara berkala, melalui koordinasi dengan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan instansi terkait lainnya.
“Langkah antisipatif ini diambil sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai kemungkinan yang dapat mempengaruhi ketersediaan komoditas pangan, terutama menjelang masa transisi musim dan potensi peningkatan permintaan masyarakat” jelasnya.
Ia pun berharap masyarakat Tabalong tak perlu risau akan ketersediaan kebutuhan pokok.
“Harapan kami, masyarakat tetap tenang dan tidak perlu khawatir. Pemerintah hadir dan terus bekerja agar harga-harga kebutuhan pokok di daerah kita tetap terkendali” pungkasnya.(*boel)






























































