TANJUNG, kontrasx.com – Keseriusan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Tabalong memberikan pendampingan pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di wilayah kerjanya patut diapresiasi.
Teranyar, BPOM Tabalong menggelar bimbingan teknis Business Development yang diikuti pelaku UMKM dari Tabalong, Balangan, HSU dan HST dengan narasumber Business Development Manager Sarigading sekaligus Founder Bakul Banua Indonesia.
Tak berhenti sampai disitu, Kepala Loka POM Tabalong, Taufiqurrohman mengungkapkan pihaknya juga membantu mempromosikan produk UMKM yang dibina agar bisa dikenal luas.
“BPOM Tabalong kerjanya tidak sekedar basa-basi, kami punya niat dan visi untuk bisa meningkatkan perekonomian termasuk investasi dengan proses yang ada di BPOM” bebernya pada kontrasx.com baru-baru ini.
Menurutnya untuk mendapat omzet besar otomatis harus memiliki covered pasar besar.
“Kami coba kenalkan produk UMKM ke berbagai tempat termasuk ritel-ritel di IKN dan bandara-bandara, kita coba bangun jejaring dan ke depan akan dieksekusi” jelasnya.
Bahkan produk-produk UMKM yang dibinanya juga ada di cafe-cafe Jakarta salah satunya Cafe Nusantara di BPOM.
“Tujuannya tidak untuk berjualan di situ, tapi kami mengenalkan produk. Begitu ada tamu datang dan melihat produk ini, tertarik untuk mencicipi kemudian repeat order” terang Taufiq.
“Kami juga sudah cantumkan Link Marketplace Biar mereka bisa langsung berinteraksi dengan pelaku usaha tersebut” timpalnya.
Layanan yang diberikan pada UMKM ini disebutkannya merupakan program SAPA NUSANTARA (Sinergi Pendampingan Pelaku Usaha Obat dan Makanan di wilayah Penyangga IKN Nusantara).
Prospek produk UMKM Tabalong besar
Taufiq menjelaskan prospek produk UMKM Tabalong terbilang besar, termasuk potensi alamnya juga bisa dikembangkan saat dilakukan hilirisasi menjadi produk bahan makanan.
Dilihat dari potensi lokasi, Tabalong merupakan pertemuan tiga provinsi yakni Kalsel, Kaltim dan Kalteng.
“Apalagi dengan adanya IKN, tentu suplai makanan juga berasal dari tiga provinsi tersebut” imbuhnya
Ia menyatakan makanan yang bisa masuk ke IKN bukan makanan yang berisiko melainkan harus benar-benar terjamin mutu dan keamanannya, yang artinya harus ada izin edar dari BPOM.
“Pada saat produk-produk bersaing, kita siapkan UMKM Tabalong dan sekitarnya terjamin mutu dan keamanannya, sehingga saat kran dibuka mereka sudah siap-siap untuk berlari “pungkasnya. (Boel)






























































