TANJUNG, kontrasx.com – Meski Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bongkang overload, namun untuk pengembangannya masih memungkinkan.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Tabalong, Slamet Riyadi.
“Memang overload, tapi untuk pengembangannya masih memungkinkan. Untuk tahun 2025 sampai 2026 perluasan lahan tidak diperlukan” tuturnya pada kontrasx.com, Selasa (06/5).
Slamet menyebutkan dari 14,5 hektar luas TPA Bongkang belum semuanya digarap.
“Belum separuhnya digarap” imbuhnya.
Hanya saja karena pengelolaan sampah melalui Sanitary Landfill maka diperlukan tanah urug.
“Kalau didatangkan dari luar (tanah urug) ongkosnya lebih mahal dibanding membeli tanah di dekat disitu, dimana sarana dan alatnya juga ada disitu” jelasnya.
“Akhirnya kita mau tidak mau harus memperluas area penggalian untuk menimbun sampah. Lokasinya tetap disitu” timpalnya.
Slamet menegaskan untuk lahan TPA tidak ada pembelian lahan baru.
“Tapi untuk lahan tanah urug perlu. Di samping kiri-kanan ada gunungan, kita beli, tidak luas juga. Tanahnya kita ambil untuk menutup (lubang galian) sampah” tukasnya.
Sanitary landfill sendiri merupakan metode pengolahan sampah dengan menimbun sampah secara berlapis di atas tanah. (Boel)































































