Oleh: Recita Naura Mahasiswa Fakultas Hukum ULM, Tinggal di Tanjung
Sebesar apa pun keinginanku untuk mempertahankan seseorang dalam hidupku, aku tak bisa.
Setelah melalui pertarungan panjang antara hati dan pikiran, aku sadar—aku harus melepaskannya demi melindungi diriku sendiri. Pikiranku mencoba bersikap logis, mengingatkanku akan apa yang pantas kuperoleh. Tapi hatiku masih merindukan apa yang dulu pernah dirasakan. Ia menginginkan apa yang diinginkannya, meski itu menyakitiku.
Namun pada akhirnya, aku hanya punya diriku sendiri. Dan karena itulah aku harus menjaga diriku tetap aman. Tetap utuh. Berakar dalam damai.
Karena satu-satunya cara untuk meraih kedamaian sejati… adalah dengan melepaskan hal yang justru mengusiknya.
Kamu Tidak Berhenti Mencintai Seseorang. Kamu Hanya Belajar Mencintainya dengan Cara yang Berbeda.
Aku membaca kutipan itu dari Catherine Paiz (dulu dia punya channel YouTube keluarga, tapi sekarang fokus pada proses penyembuhan diri dan baru saja merilis buku pertamanya tentang perjalanan hidupnya). Dia mengatakan sesuatu yang selalu terngiang dalam pikiranku.
Dan itu memang benar.
Kamu tidak tiba-tiba berhenti mencintai seseorang. Tapi seiring waktu, cara kamu mencintainya berubah. Bukan lagi dengan kerinduan. Bukan dengan keputusasaan. Tapi dengan jarak. Dengan kelembutan.
Kamu mulai menerima mereka sebagaimana siapa mereka sebenarnya, bukan versi ideal yang kamu bentuk di kepalamu. Dan kamu mulai menyadari, mungkin mereka hadir dalam hidupmu hanya untuk mengajarkan sesuatu. Mengajarkan cara melepaskan, cara mengubah keterikatan menjadi penerimaan.
Kebahagiaan Tidak Bisa Datang dari Hal yang Tak Bisa Kamu Kendalikan
Kamu tidak seharusnya bergantung pada hal-hal di luar dirimu. Pada orang lain, validasi, atau kenyamanan sesaat. Karena semua itu bisa berubah. Bisa memudar. Bisa pergi.
Tapi kamu tetap tinggal.
Kamulah satu-satunya orang yang tidak akan pernah meninggalkan dirimu sendiri. Itulah mengapa kedamaianmu, kebahagiaanmu, rasa rumahmu—semuanya harus berakar dari dalam dirimu sendiri. Kamu tak bisa mengendalikan bagaimana orang lain berubah. Tapi kamu bisa memilih untuk tumbuh, untuk sembuh, dan mencintai dirimu dengan lebih baik setiap waktunya.
Dan akhirnya aku benar-benar menyadari:
Mencintai Diri Sendiri Bukan Pilihan. Itu Adalah Cara Bertahan Hidup.
Kamu harus melakukannya, bahkan saat itu terasa berat, bahkan ketika kamu merasa tak sanggup.
Tentu saja, ada saat-saat di mana aku merasa bosan. Saat kesendirian terasa berat. Itu wajar, itu manusiawi. Tapi aku telah belajar bagaimana menuntun diriku melewati momen-momen itu.
Dengan menulis seperti ini.
Dengan berjalan pelan dalam diam.
Dengan buku di tangan dan musik di telinga.
Dengan melukis, atau sekadar menatap langit dan menarik napas dalam keheningan. (jujur aja, kadang juga bikin TikTok). Selalu ada hal-hal yang bisa membawamu pada kebahagiaan—semuanya sudah ada dalam dirimu.
Kamu hanya perlu menyadarinya.
Kamu hanya perlu kembali pada dirimu sendiri.
© 2025 oleh Recita Naura. Seluruh hak cipta dilindungi. Penggunaan dan/atau penggandaan materi ini tanpa izin tertulis dari penulis sangat dilarang.






























































