Jakarta, kontrasx.com – karakter masyarakat Indonesia majemuk dan beragam, sehingga menuntut pola pendekatan keamanan yang inklusif dan partisipatif.
“Masyarakat Indonesia adalah masyarakat yang majemuk, kompleksitas inilah yang membuat Polri harus menjalin kolaborasi dengan berbagai elemen bangsa, salah satunya Senkom” ucap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming saat meresmikan Gedung Kantor Pusat Senkom Mitra Polri di Jl. SPG 7 No. 20 Lubang Buaya, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (17/07/2025).
Menurut Wapres, Senkom juga diperlukan untuk mendeteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat. Informasi dari para anggota yang tersebar hingga di pelosok, dapat menjadi perpanjangan telinga kepolisian.
“Jadi kalau ada bibit-bibit perpecahan, mencurigakan, meresahkan, mohon segera dilaporkan [kepada kepolisian] agar dapat segera ditangani,” pintanya.
Pada kesempatan ini, Wapres mengapresiasi totalitas para anggota Senkom sejauh ini dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, hingga turut serta mengikuti pelatihan komponen cadangan (komcad) Kementerian Pertahanan dan menjalin kerja sama dengan BNPB dan Basarnas.
“Yang muda-muda bisa diterjunkan langsung di lapangan,” imbaunya.
Tidak hanya itu, Wapres menyebutkan bahwa Presiden Prabowo sangat menaruh perhatian dalam upaya mencapai swasembada pangan. Oleh sebab itu, ia mengapresiasi peran Senkom yang turut terlibat dalam upaya tersebut, seperti mengelola peternakan ayam serta pertanian.
“Nanti mungkin Pak Ketua Senkom beserta seluruh anggotanya bisa berperan di sektor itu juga, tebu dan jagung. Dan ini saya lihat juga di catatan saya di daerah Tawangmangu dan Dieng, ya Pak, ya. Senkom sudah menanam sawi putih dan kacang panjang,” urainya.
Sebelumnya, Ketua Umum Senkom Mitra Polri, Katno Hadi, dalam pidatonya menyampaikan bahwa keberadaan kantor pusat ini menjadi bukti nyata komitmen Senkom dalam pengabdian kepada bangsa.
“Kami hadir bukan hanya untuk mendukung aparat keamanan, tapi juga mendidik masyarakat menjadi bagian dari sistem deteksi dini terhadap gangguan Kamtibmas dan bencana,” tutur Katno.































































