Tanjung, kontrasx.com – Balai Pengawas Obat dan Makanan (POM) di Tabalong menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Dana Alokasi Khusus Non Fisik (DAK NF) Pengawasan Obat dan Makanan Tahun 2025.
Kegiatan yang diadakan pada Rabu (13/8) ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Kesehatan dari empat kabupaten, yaitu Tabalong, Hulu Sungai Utara (HSU), Balangan, dan Hulu Sungai Tengah (HST).
Kepala Balai POM di Tabalong, Taufiqurrohman, S.Si., M.A.B., dalam sambutannya menekankan pentingnya kolaborasi antarinstansi dan penggunaan anggaran yang tepat sasaran.
“Sinergi lintas sektor dan optimalisasi DAK NF sangat krusial untuk memastikan obat dan makanan yang beredar di masyarakat aman dan berkualitas,” ujarnya.
Sesi diskusi berfokus pada evaluasi capaian program, kendala di lapangan, serta penyusunan strategi peningkatan pengawasan, seperti pengawasan Apotek, Toko Obat, Sarana Produksi Pangan PIRT, Sampling dan Pengujian produk pangan, hingga pemberian Bimbingan Teknis untuk meningkatkan pemahaman penanggung jawab dalam menjamin kualitas mutu produk yang diproduksi atau di kelola.
Beberapa rekomendasi yang mengemuka antara lain Peningkatan koordinasi antarinstansi pusat-daerah, optimalisasi anggaran untuk program prioritas, pelatihan teknis berkelanjutan bagi SDM pengawas dan digitalisasi pelaporan untuk efisiensi pemantauan.
Kegiatan ini diharapkan memperkuat sistem pengawasan di empat kabupaten, mendorong pencapaian target, dan melindungi masyarakat dari produk obat dan makanan yang tidak memenuhi syarat.
“Dengan evaluasi ini, kami yakin pengawasan akan semakin efektif dan berdampak langsung pada kesehatan publik,” tutup Taufiqurrohman. (rel)






























































