TANJUNG, kontrasx.com – Anggaran Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Tabalong tahun 2026 berkurang sekitar 34 persen setelah terdampak Rasionalisasi.
Hal tersebut diungkapkan Sekretaris sekaligus Plt Kepala Disnaker Tabalong, Hady Ismanto.
“Awalnya anggaran kita tahun 2026 sekitar Rp 27 Miliar, kemudian di rasionalisasi Rp 6,7 Milar atau sekitar 34 persen sehingga menjadi sekitar Rp 20,2 Miliar” bebernya pada kontrasx.com, kemarin.
Hady mengatakan rasionalisasi ini berpengaruh terhadap kuantitas kegiatan.
“Secara kuantitas ataupun kuota mau tidak mau kita lakukan penyesuaian. Kalau tahun 2025 jenis pelatihannya banyak, ada 20, belum termasuk paket. Tahun 2025 turun menjadi 10 dan di BLK pelatihan yang tadinya 2 paket jadi 1 paket saja” jelasnya.
Meskipun demikian ia menegaskan program unggulan Bupati “Tabalong Pasti Sehat” tetap menjadi prioritas, yakni Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan yang tak menerima upah.
“Untuk Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan pak Bupati ingin peningkatan yang signifikan dan kami jadikan ini sebagai prioritas” ungkappnya.
Hadi menuturkan di tahun 2025 pihaknya membayar hampir Rp 5 Miliar untuk Jaminan Sosial Ketenagakerjaan bagi pekerja rentan.
“Tahun 2025 jumlahnya ada 24.800 pekerja rentan yqng dibayarkan dan tahun 2026 akan ditambah menjadi 28.714, ada penambahan penerima bantuan” terangnya.
Ia menyampaikan tahun depan program pelatihan berbasis kompentensi akan lebih diutamakan dibanding pelatihan berbasis masyarakat.
“Pelatihan berbasis masyarakat sementara kita kurangi dulu karena dari sisi anggaran tidak memungkinkan. Mudah-mudahan nanti ada penambahan anggaran di Perubahan 2026” ucapnya.
Hadi pun menyatakan kegiatan Job Fair tahun 2026 tetap dilaksanakan. (Boel)






























































