TANJUNG, kontrasx.com – Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani menyatakan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Saraba Kawa jadi yang tertinggi di Kalimantan Selatan untuk tingkat kabupaten.
Hal tersebut Ia beberkan saat memimpin apel peringatan Hari Jadi Kabupaten Tabalong ke 60 di Taman Giat Kota Tabalong, Senin (1/12).
H Fani menyebut bertambahnya usia Kabupaten Tabalong berjalan beriringan dengan kemajuan di berbagai bidang, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga meningkatnya kualitas serta daya saing masyarakatnya.
“Kabupaten Tabalong saat ini menjadi kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia tertinggi di Provinsi Kalimantan Selatan untuk kategori Kabupaten dan berada pada peringkat tiga di Provinsi Kalimantan Selatan dibawah Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru yakni mencapai angka 76,94” sebutnya.
Ia menjelaskan angkat tersebut berada di atas IPM Provinsi Kalimantan Selatan (sebesar 76,10) dan IPM Nasional (sebesar 75,90).
“Ini menunjukkan bahwa IPM Kabupaten Tabalong terus meningkat setiap tahunnya. Jika dibandingkan dengan tahun 2024, angka IPM ini meningkat sebesar 0,97 (hampir 1 angka) dari angka tahun 2024 sebesar 75,97” jelasnya.
Ia juga menyatakan tak hanya IPM yang berhasil ditingkatkan melainkan semua variabel Indikator Makro Pembangunan Kabupaten Tabalong mengalami capaian yang menggembirakan.
Antara lain Umur Harapan Hidup (UHH), dari 74, 76 tahun menjadi 74,95 tahun. Angka ini berada diatas angka Provinsi Kalimantan Selatan sebesar 74,18 tahun.
Angka Rata-Rata Lama Sekolah meningkat dari 9,15 menjadi 9,37 tahun dan Harapan Lama Sekolah dari angka 12,92 menjadi 13,18 tahun.
Laju pertumbuhan ekonomi (y-on-y) menurut pengeluaran pada triwulan 2 tahun 2025 sebesar 5,12 persem, dimana hal ini menunjukkan tren peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2024 sebesar 4,87 persen.
“Begitu juga dengan pendapatan per kapita yang mengalami peningkatan dari sebesar Rp13.097.000 pada tahun 2024 menjadi Rp13.541.000 pada tahun 2025” bebernya.
Ia menuturkan untuk tingkat Inflasi di Kabupaten Tabalong terkendali dengan angka bulanan hanya sebesar 0,42 persen dan secara tahunan (year on year) berada pada angka 2,47 persem.
“Patut kita syukuri bahwa angka inflasi tahunan Tabalong ini tercatat sebagai yang paling rendah diantara seluruh Kabupaten/Kota di Provinsi Kalimantan Selatan dan bahkan berada cukup jauh di bawah rata-rata inflasi Provinsi Kalimantan Selatan vang mencapai 3,11 persen” tuturnya.
Sedangkan, data kemiskinan Tabalong menunjukkan capaian yang sangat signifikan. Pada tahun 2025, tingkat kemiskinan turun sebesar 0,97 persen yang semula berada pada angka 5,64 pada tahun 2024 menjadi 4,67 pada tahun 2025. Hal ini menjadi penurunan terbesar dalam satu dekade terakhir sekaligus penurunan tertinggi di antara seluruh kabupaten/kota di Kalimantan Selatan.
“Data indikator pembangunan di Kabupaten Tabalong tersebut menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Tabalong selalu memprioritaskan capaian urusan konkuren yang menjadi tanggung jawab daerah, baik yang berkaitan dengan pelayanan dasar untuk masyarakat maupun tugas-tugas pembangunan lainnya” tandas H Fani.
H Fani pun berharap kolaborasi dan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh elemen masyarakat terus terjaga untuk mencapai Tabalong semakin Sejahtera, Maju, Religius, dan Terdepan.
“Kita menghadapi tantangan pembangunan yang makin kompleks. Karena itu, dibutuhkan pola kerja yang adaptif, kreatif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, sinergi dan inovasi, Tabalong akan terus bergerak maju sebagai kabupaten yang progresif serta berdaya saing” harapnya. (Can)






























































