Tanjung, kontrasx.com. – Kehadiran Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tabalong dalam menyukseskan gerakan “Sejuta Vaksin” yang diinisiasi BPOM membawa pesan edukasi medis yang mendalam.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Kesehatan Jiwa, dan NAFZA Dinkes Tabalong, dr. Rapolo Manik, menegaskan bahwa vaksinasi Human Papilloma Virus (HPV) adalah investasi kesehatan vital bagi masa depan warga Bumi Saraba Kawa.
Di sela-sela pelaksanaan vaksinasi di Wisma Tamu Pembataan, Selasa (3/1), dr. Rapolo menjelaskan bahwa idealnya perlindungan terhadap kanker mulut rahim dimulai sejak usia sekolah.
“Vaksin ini sangat efektif jika diberikan kepada anak perempuan usia sekolah dasar (usia 9-14 tahun) sebagai bagian dari program imunisasi nasional. Namun bagi mereka yang belum mendapatkan di usia tersebut, pemberian saat dewasa seperti hari ini tetap memberikan perlindungan yang sangat berarti,” ungkap dr. Rapolo.
Ia mengingatkan para peserta bahwa perlindungan tidak muncul secara instan setelah satu kali suntikan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan dalam menyelesaikan rangkaian dosis.
“Untuk usia dewasa, diperlukan tiga kali penyuntikan agar antibodi terbentuk secara maksimal. Kami dari Dinas Kesehatan akan terus berkoordinasi dengan BPOM dan instansi terkait agar peserta hari ini dapat menyelesaikan dosis kedua dan ketiga sesuai jadwal yang ditentukan,” tambahnya.
Menanggapi keraguan sebagian masyarakat mengenai efek samping, dr. Rapolo memberikan penjelasan medis yang menenangkan. Ia menyatakan bahwa reaksi pasca-imunisasi (KIPI) yang mungkin timbul biasanya bersifat ringan dan sementara, seperti nyeri di area suntikan atau demam ringan.
“Secara medis, vaksin ini sudah sangat teruji dan aman. Manfaat yang didapat yaitu terhindar dari kanker serviks jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping ringannya. Kami mengapresiasi BPOM yang telah memfasilitasi ketersediaan vaksin ini bagi masyarakat Tabalong,” pungkasnya. (na)






























































