TANJUNG, kontrasx.com – Warga penghuni komplek Perumahan Balai Pangeran Recidence mengeluhkan lambatnya respon pihak Pengembang atas laporan yang mereka sampaikan.
Salah seorang warga komplek Balai Pangeran Recidence, Zainur membeberkan banyak keluhan yang sudah disampaikan warga namun tidak mendapat respon cepat.
“Sudah sering kita sampaikan, pihak pengembang jawabnya iya-iya saja, namun responnya sangat lambat. Hampir tidak ada tanggapan” keluhnya pada kontrasx.com, Jum’at (20/2).
“Warga sudah mengeluh lama, saya sudah 2 tahun lebih disini. Jalan belum diaspal, waktu itu kita toleransi katanya nunggu 100 rumah, tapi nyatanya sampai sekarang tidak ada yang berubah” timpalnya.
Zainur mengakui di komplek yang ditinggalinya memang masih tahap pembangunan, namun keluar masuknya truk-truk konstruksi menyebabkan jalan diperumahan tersebut banyak yang rusak dan becek serta jalan menjadi licin.
“Warga memaklumi soal perkembangan perumahan, kontruksi dan truk lewat, hanya minta tolong tanggung jawabnya jangan setengah-setengah. Cuman dikasih batu terus ditinggal. Banyak warga disini ibu hamil, kondisi ini tentu membahayakan mereka” tuturnya.
Bahkan, ia menyebutkan warga terpaksa lewat belakang jalan komplek pondok karet yang akses jalannya aman untuk ibu hamil.
Padahal sambungnya, jalan tersebut merupakan jalur yang dipakai oleh lebih dari seratus pemilik rumah penghuni komplek.
Menurut Zainur, persoalan lain yang dikeluhkan penghuni komplek adalah kualitas bangunan yang mereka tempati.
“Harusnya perumahan bisa bertanggung jawab walaupun sudah lepas kunci, banyak sekali yang rusak mulai plafon, pintu dan dinding yang pecah-pecah” katanya.
Ia berharap jalan dikompleknya bisa diaspal oleh pengembang seperti yang sudah dijanjikan.
“Kalau bisa tolong diaspalkan, setidaknya jalan utama perumahan dulu dari depan sampai belakang” pungkasnya.
Tak hanya jalan di perumahan, dari pantauan lapangan nampak jalur utama jalan Tanjung selatan sekitar komplek tersebut juga menjadi kotor karena banyak tanah kuning yang berceceran di aspal hingga lebih dari 100 meter.
Selain menimbulkan debu saat panas, jalan utama juga menjadi becek bila turun hujan.
Terpisah, perwakilan Balai Pangeran Recidence, Helmi saat coba dikonfirmasi via telepon, kemarin, mengatakan akan menyampaikan persoalan yang dikeluhkan warga kompleks pada pimpinannya.
Begitu juga saat dihubungi kembali lewat WhatsApp siang tadi pukul 11.49 Wita belum juga direspon. (Red/kontras)






























































