TANJUNG, kontrasx.com – Mendukung transformasi Posyandu sebagai pusat pelayanan dan pemberdayaan masyarakat, tim dosen Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Tabalong melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) dengan tema “Optimalisasi Pelayanan Posyandu sebagai Pusat Pemberdayaan Keluarga Melalui Pendekatan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di Desa Tanta Hulu, Kecamatan Tanta, Kamis (18/6).
Kegiatan yang dilaksanakan di Aula Kantor Desa Tanta Hulu dihadiri oleh 20 peserta yang terdiri dari 10 orang kader Posyandu serta 10 orang unsur aparatur desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD).
Kegiatan PKM tersebut diketuai oleh Akhmad Badarudin, S.A.P., M.A.P. dan mendapat sambutan hangat dari Pemerintah Desa Tanta Hulu. Acara dibuka secara resmi oleh Sekretaris Desa Tanta Hulu, Syamsul Fajri, yang menyampaikan apresiasi atas kontribusi STIA Tabalong dalam mendukung penguatan kapasitas kelembagaan Posyandu di desa.
Dalam sambutannya, Syamsul Fajri menyampaikan transformasi Posyandu menjadi pusat layanan masyarakat berbasis enam bidang SPM merupakan langkah penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan dasar kepada masyarakat desa.
“Kami menyambut baik kegiatan yang dilaksanakan oleh STIA Tabalong ini. Kehadiran perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian masyarakat sangat membantu pemerintah desa dalam meningkatkan pemahaman kader Posyandu dan memperkuat sinergi pelayanan kepada masyarakat” ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, tim PKM memaparkan berbagai materi terkait kebijakan transformasi Posyandu yang saat ini tidak hanya berfokus pada pelayanan kesehatan ibu dan anak, tetapi juga mendukung enam bidang pelayanan dasar sebagaimana diamanatkan dalam SPM, yaitu bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial.
Ketua tim PKM, Akhmad Badarudin, menjelaskan bahwa Posyandu memiliki peran strategis sebagai pusat pemberdayaan keluarga dan simpul pelayanan dasar di tingkat desa. Oleh karena itu, diperlukan kesiapan kelembagaan, peningkatan kapasitas kader, serta dukungan penuh dari pemerintah desa agar transformasi Posyandu dapat berjalan secara optimal.
“Melalui kegiatan ini kami berharap para kader Posyandu, aparatur desa, dan BPD memiliki pemahaman yang lebih komprehensif mengenai implementasi Posyandu berbasis 6 SPM sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih terintegrasi dan berdampak langsung bagi masyarakat” jelasnya.
Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi pemaparan materi, diskusi, dan tanya jawab. Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan berbagi pengalaman serta mengemukakan berbagai tantangan yang dihadapi dalam penyelenggaraan Posyandu di tingkat desa.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, STIA Tabalong kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan daerah melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam upaya memperkuat kelembagaan Posyandu sebagai pusat pemberdayaan keluarga dan pelayanan masyarakat yang terpadu, inklusif, dan berkelanjutan.
Diketahui, Tim PKM dari dosen STIA Tabalong program studi administrasi negara yang hadir diantaranya atas Dr. Muhammad Noor Ifansyah, S.Sos., M.A.P., Akhmad Badarudin, S.A.P., M.A.P., Lilis Suryani, S.A.P., M.A.P., Norhalidah, S.A.P., M.A.P., dan Kegiatan ini juga didukung oleh seorang mahasiswa STIA Tabalong, Abdurahman, yang turut membantu dalam pelaksanaan kegiatan. (Can)
































































