TANJUNG, kontrasx.com – Di wilayah Banua Enam, Tabalong merupakan Kabupaten yang “mengkonsumsi” daya listrik palling besar dibanding Kabupaten lainnya.
Hal tersebut disampaikan Manager PLN ULP Tanjung, Mekka Iriyandie.
“Tabalong memiliki beban (pemakaian daya listrik) terbesar di banua enam” jelasnya dalam diskusi saat pertemuan dengan Ketua DPRD Tabalong, kemarin.
Mekka mengungkapkan karena ada kerusakan di pembangkit SLK dan Asam-Asam, maka PLN memberlakukan manajemen beban.
“Manajemen beban diberlakukan, mau tidak mau, suka tidak suka. Di kota dan di desa ikut dipadamkan, tidak pilih-pilih” tegasnya.
“Untuk fasilitas pelayanan publik dan rumah sakit diutamakan, jangan sampai terganggu akibat pemadaman bergilir” timpalnya.
Ia menerangkan untuk konsumsi daya listrik di banua enam sekitar 20 MW dan khusus wilayah Tabalong sekitar 4-5 MW.
Mekka menyebutkan akhir-akhir ini pemadaman paling banyak terjadi diwilayah Banjarmasin dengan persentase mencapai 35 persen.
Menurutnya, saat ini pembangkit listrik interkoneeksi Kalsel-Kalteng defisit daya mencapai 100 MW.
“Ada defisit 100 MW, semoga pembangkit yang rusak cepat masuk sistem” imbuhnya.
Ia mengungkapkan sebelumnya durasi pemadaman mencapai 7 hingga 8 jam, sekarang sudah membaik dengan durasi 3 sampai 4 jam.
Mekka menambahkan pembangkil SLK menghasilkan daya 100 MW dan pembangkit Asam-Asam sebesar 50 MW.
“Perbaikan pembangkit SLK selesai awal Agustus (Agustus) dan Asam-Asam akhir Agustus (25 Agustus) baru selesai. Mudah-mudahan bisa lebih cepat, perbaikan dilakukan 24 jam, tidak ada istirahat (sistem shift)” tuturnya.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf pada masyarakat atas kondisi ini.
“Petugas standby 25/8 jam. Yang diselamatkan bukan hannya Tabalong, tapi interkoneksi Kalsel-Kalteng” pungkasnya. (Boel)

































































