TANJUNG, kontrasx.com – Empat Kepala Desa dan perwakilan BPD dari tiga kecamatan bersama SKPD terkait duduk bersama Legislator Bumi Saraba Kawa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP).
Di RDP ini ada beberapa permasalahan yang dibahas, diantaranya persoalan saluran air lintas desa di persawahan dan cetak sawah.
Empat Desa tersebut yakni Jirak, Pampanan, Madang dan Walangkir.
Wakil Ketua DPRD Tabalong, Hj Noor Farida menyampaikan wilayah Selatan Tabalong memiliki area pertanian yang luas dan membutuhkan support dari pemerintah.
Menurutnya, saat musim penghujan area pertanian ini kelebihan air yang disebabkan alirannya tidak sesuai harapan.
“Saluran air di persawahan menurut mereka masih dangkal sehingga sawah terendam” jelasnya pada kontrasx.com, Selasa (27/10) usai pertemuan.
Farida mengatakan pihak desa berharap dinas terkait bisa membantu mereka menyelesaikan persoalan saluran air di persawahan.
“Mereka harapkan support dari pemerintah” imbuhnya.
Soal cetak sawah, ia menyatakan program ini berasal dari pemerintah pusat.
“Kita sambut baik kesempatan ini untuk mensejahterakan masyarakat. Tetapi dalam pelaksanaannya harus melalui prosedur yang sudah ditentukan” jelasnya.
Terpisah, Kepala Dinas PUPR Tabalong, Wibawa Agung Subrata mengungkapkan ada benerapa kendala yqng pihaknya hadapi dalam persoalan tata kelola air ini.
“Sudah ada titik temu setelah paparan dari Kabid Sumber Daya Air (SDA) apa saja yang sudah dikerjakan” ujarnya.
Agung menyebutkan ada kendala yang dihadapi pihaknya seperti soal hibah lahan dan penganggaran yang dilakukan bertahap.
“Tapi kita juga mengusahakan bnatuan dari pusat melalui dana Inpres lewat SIPURI” katanya.
Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Tabalong, Iwan Romaidi menambahkan di tahun 2026 ini pihaknya juga melaksanakan kegiatan pemeliharaan berkala sungai.
“Di Kecamatan Tanta di Pulau Ku’u dan Walangkir sepanjang 5 km, di Kecamatan Muara Harus panjangnya sekitar 10 km, di wilayah Kecamatan Kelua sekitar 10 km termasuk di Masintan dan Bahungin. Kita support cetak sawah” bebernya.
Iwan menegaskan pihalnya terus mengupayakan agar aliran air (anak sungai dipersawahan) dari hulu hingga hilir lancar.
Terkait hibah, ia menambahkan hibah lahan yang dimaksud untuk sarana ekskavator lewat sekaligus meletakkan sisa tanah galian saat mengeruk anak sungai.
“Kalau sudah selesai (pengerjaan) akan dikembalikan lagi ke masyarakat” pungkasnya.
Selain Dinas PUPR, RDP ini juga dihadiri perwakilan dari DKPPP, DPMD, Bapperida, Ekobang serta pihak Kecamatan. (Boel)

































































