Tanjung, kontrasx. com — Kabupaten Tabalong kembali menorehkan catatan positif di sektor ekonomi. Berdasarkan data resmi per Oktober 2026, wilayah yang beribukota Tanjung ini sukses mencatatkan angka inflasi terendah se-Kalimantan Selatan.
Berdasarkan data perkembangan inflasi antarkota di Kalsel pada Oktober 2026, Tabalong mencatatkan tingkat inflasi year-on-year (y-on-y) sebesar 4,38% dan inflasi month-to-month (m-to-m) di angka 0,40%.
Angka ini menempatkan Tabalong sebagai wilayah dengan laju inflasi paling terkendali dibandingkan kabupaten/kota lainnya di Kalimantan Selatan.
Menanggapi capaian ini, Kepala Bagian Ekonomi dan Pemnbagunan Setda Tabalong, Jelita mengungkapkan bahwa keberhasilan ini tidak datang begitu saja.
Kepada kontrasx.com di Tanjung pada Kamis (5/11), ia menjelaskan bahwa stabilitas harga tersebut merupakan hasil dari kerja keras dan strategi terukur yang dilakukan secara konsisten oleh pemerintah daerah.
”Upaya-upaya intensif yang dilakukan seperti Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah menjadikan inflasi Tabalong rendah,” ujar Jelita.
Berdasarkan data rincian kelompok pengeluaran, kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau menjadi penyumbang andil inflasi bulanan terbesar di Tanjung dengan angka 0,44% (inflasi 1,40%). Komoditas utama yang mendominasi dorongan inflasi bulanan ini meliputi cabai rawit (0,10), ikan nila (0,09), kacang panjang (0,05), daging ayam ras (0,03), serta kangkung (0,03).
Kendati demikian, laju inflasi tersebut berhasil diredam dengan baik berkat adanya komoditas penahan atau deflasi pada sejumlah barang kebutuhan lainnya. Beberapa komoditas yang mengalami deflasi dan menahan laju inflasi di antaranya adalah emas perhiasan (-0,05), minyak goreng (-0,04), daun seledri (-0,01), dan bawang merah (-0,01).
Langkah sigap pemerintah melalui operasi pasar murah yang menjangkau masyarakat secara langsung terbukti ampuh menjaga daya beli warga sekaligus meredam gejolak harga pangan. Dengan capaian ini, Pemerintah Kabupaten Tabalong optimis stabilitas ekonomi daerah akan terus terjaga hingga penghujung tahun 2026. (Red)

































































