DPMD: Paling Besar Hanya Rp300 Juta
TANJUNG, kontrasx.com – Dana Desa (DD) yang disalurkan Pemerintah Pusat lewat APBN untuk Desa tahun 2026 di Tabalong berkurang signifikan.
Hal tersebut diakui oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Tabalong, Aditya Pulanugraha.
Adit mengungkapkan ada pengurangan DD yang nilainya mencapai 50 persen lebih.
“Pengurangan DD hampir 60 persen karena dialokasikan untuk Koperasi Merah Putih” terangnya paada kontrasx.com, Rabu (21/1) sore.
Kepala Dinas yang baru menjabat dua minggu ini membeberkan pengurangan tersebut dampaknya sangat terasa bagi sebagian Desa.
“Penggurangan ini jelas sangat terasa karena mengurangi beberapa kegiatan skala prioritas desa. Ada juga beberapa desa yang secara akumulasi terdampak untuk operasional pemerintahannya dalam penggajian Siltap, karena alokasi yang ada dikeluhkan beberapa desa tidak cukup” jelasnya.
“Saat ini sedang kami inventarisir dan carikan solusi. Kami juga meminta desa untuk memperkuat PAD untuk tambahan pendapatan desa” timpalnya.
Hal senada juga diutarakan Kabid Pembinaan Administrasi Pemerintahan Desa DPMD Tabalong, Yenni Septiani.
Yenni menyebutkan tahun-tahun sebelumnya DD yang diterima pihak Desa di Tabalong sampai Rp 1 Miliar.
“Sebelumnya Dana Desa yang diterima sampai Rp 1 Miliar, rata-rata Rp 700-800 juta. Sekarang hanya Rp 200-300 juta saja, ini angka paling besar” katanya.
Ia pun tak menampik kondisi ini dikeluhkan oleh Desa.
“Jelas dikeluhkan Desa. Biasanya yang diterima cukup besar, sekarang lebih 50 persen hilang” imbuhnya.
Pihaknya pun berharap di anggaran Perubahan nanti ada penambahan.
Yenni mengatakan tahun ini DD yang diterima jumlahnya sebesar Rp 35.251.395.000. (Boel)






























































