TANJUNG, kontrasx.com – Meski dilanda kemarau panjang, stok beras Kabupaten Tabalong dinyatakan masih aman.
Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Perikanan dan Pertanian (DKPPP) Tabalong, Fahrul Raji.
Fahrul mengatakan berdasarkan data, luas lahan yang sudah panen sekitar 8.700-an ha, perkiraan produksi rata-rata kisaran 5 juta (ton) dengan rendemen 65 persen, hasil berasnya sekitar 28.000 ton.
“Dilihat dengan kebutuhan masyarakat sekitar 350-an ton. Kita masih surplus untuk kebutuhan konsumsi beras masyarakat Tabalong dan apabila terjadi bencana, kondisi kita masih aman” terangnya pada kontrasx.com, kemarin.
Menurutnya, kondisi ini tak lepas dari dukungan dan kerjasama Pemda dan petani.
“Ini juga berkat kolaborasi petani, penyuluh dan dinas. Bagaimana kita melakukan percepatan tanam, bibit yang unggul, modernisasi pengolahan tanah sehingga hasilnya bagus” bebernya.
Meskipun demikian, ia tak menampik ada ratusan hektar sawah yang terdampak kemarau panjang ini.
“Sawah yang terdampak sekitar 800-an hektar. Kalau dilihat dari luas lahan baku sawah kita ada 9.038 ha, masih banyak yang bagus” ujarnya.
“Makanya ketersediaan beras kita masih aman” sambungnya.
Begitu pula produksi tanaman hortikultura lainnya, juga diakuinya terdampak.
“Produksi hortikultura kita berkurang, ada berdampak. Namun hasilnya masih bagus” imbuhnya.
Fahrul menyebutkan tak hanya di daerah kita, daerah lain juga terdampak.
“Semua daerah terdampak. Tapi kalau kita mengacu pada tingkat inflasi, pemicunya (salah satunya) ada di hortikultura. Di Kalsel, Tabalong paling kecil, sekitar 0,4 sekian. Artinya meski terdampak kita ada upaya (menekan inflasi)” tukasnya. (Boel)

































































