TANJUNG, kontrasx.com – Puluhan atlet Tabalong dari berbagai cabang olahraga mengikuti tes kesehatan, Kamis (26/6).
Tes kesehatan ini dilaksanakan oleh KONI Tabalong menggandeng BKOM Kalsel di area Pendopo Bersinar Pembataan.
Para atlet secara bergantian dilakukan pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh oleh tim BKOM Kalsel.
Bidang Bina Prestasi KONI Tabalong, Budi menyampaikan kegiatan ini merupakan salah satu langkah pihaknya dalam persiapan Porprov 2025 mendatang di Tanah Laut.
“Ini pemeriksaan (kesehatan) awal atlet yang dipersiapkan untuk mengikuti Porprov” ucapnya pada kontrasx.com.
Budi menuturkan pemeriksaan kesehatan ini jadi bahan untuk melakukan analisa dan evaluasi kesiapan atlet.
“Nanti setelah tahapan Training Center (TC) akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan akhir untuk memastikan kembali atlet yang akan kita turunkan” tuturnya.
Ia menyebut langkah ini jadi antisipasi agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan pada atlet Tabalong.
“Dengan adanya kegiatan ini kita bisa mengetahui apa yang menjadi kekurangan atlet-atlet Tabalong. Mudah-mudahan hasilnya baik” sebutnya.
Sementara, Kepala Balao Kesehatan Olahraga Masyarakat (BKOM) Kalsel, Susi Hermina menjelaskan pemeriksaan kesehatan dilaksanakan secara menyeluruh.
“Pengukuran kebugaran atlet ini meliputi Anamnesa terkait apakah ada riwayat kesehatan atlet, cek HB, kita ukur tinggi badan, berat badan, kekuatan ototnya, sampai tes kecepatan” jelasnya.
Susi menyampaikan setidaknya ada puluhan atlet Tabalong yang ikut menjalani tes kesehatan ini.
“Kemarin kita minta di Tabalong 50 orang atlet, Alhamdulillah tercukupi” ucapnya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat dirutinkan oleh pemerintah setempat agar atlet terjaga kesehatannya.
“Pasca ini kami berharap KONI Tabalong melanjutkan bekerjasama dengan Dispora dan Dinas Kesehatan setempat. Ini untuk menjaga kestabilan atlet, jangan sampai ketika ada event turun performanya” harapnya.
Ia mengatakan tes kebugaran atlet dapat dilaksanakan dalam setahun itu 2 kali.
“Ukur kebugaran itu 6 bulan sekali, jadi 1 tahun 2 kali itu minimal. Bahkan kalau mau intens tiap 3 bulan itu harus diukur” kata Susi. (Can)






























































