Ini Strategi Pemkab Tabalong Mengentaskan Kemiskinan
Tanjung, kontrasx.com – Meskipun kaya dengan sumber daya mineral tidak serta merta membuat warga Tabalong sejahtera, data Pemkab setempat malah jumlah keluarga yang masih hidup dalam kemiskinan mencapai 14.968 kepala keluarga (KK).
Ironi kehidupan warga Tabalong ditengah melimpahnya minyak bumi yang sudah di ekploitasi sejak jaman Belanda di tambah dengan batu bara yang sampai sekarang juga terus ditambang tapi masih banyak saja warga miskinnya bahkan ada 876 keluarga dengan kategori miskin ekstrem
Belasan ribu keluarga miski tersebar di wilayah utara, tengah, dan selatan dengan kantong kemiskinan terbesar berada di wilayah selatan sebanyak 2.336 KK.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Bapperida) Tabalong Arianto mengungkapkan sekitar 700 KK miskin di wilayah selatan masih memerlukan bantuan perumahan karena sebagian besar menempati rumah sewa atau tinggal bersama orang tua.
Pemkab Tabalong sudah menganggarkan dana pengentasan kemiskinan di berbagai sektor seperti Rp50 miliar pada bidang kesehatan yang diprioritaskan untuk Universal Health Coverage (UHC).
“Anggaran sebesar Rp13,4 miliar untuk bidang pemerintahan umum dan penataan ruang, serta dukungan pelatihan kerja bagi keluarga miskin” jelas Arianto.
Program pengentasan kemiskinan imbuhnya, juga menyasar sektor pangan, pemberdayaan masyarakat, administrasi kependudukan, perhubungan, koperasi, dan kewilayahan secara terpadu.
Wakil Bupati Tabalong Habib Taufani Alkaf menekankan program distribusi bantuan pangan kolaborasi perangkat daerah dan dunia usaha harus mampu mengentaskan 876 keluarga dengan kategori miskin ekstrem pada 2026.
Ia mengatakan program pengentasan kemiskinan harus disesuaikan dengan kelompok usia penerima manfaat agar penanganan lebih tepat sasaran, mulai dari bantuan pangan bagi lansia hingga pelatihan keterampilan berkelanjutan bagi usia produktif.
“Program pengentasan kemiskinan maupun pemberdayaan harus dilihat dari segi usia agar penanganan lebih efektif,” ujar Taufani pada wartawan di Tanjung, Senin (11/8).
Dengan penghasilan minimum sekitar Rp637 ribu per bulan, menurut Taufani, keluarga miskin perlu dukungan strategi peningkatan pendapatan, antara lain pengembangan sektor pertanian melalui optimalisasi lahan tidur di wilayah selatan Tabalong.
Ia menyebutkan rencana pengembangan 800 hektare lahan lebak di Kecamatan Pugaan sebagai langkah awal mewujudkan lumbung pangan di wilayah selatan. (na)






























































