TANJUNG, kontrasx.com – Tak hanya Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Tabalong saja yang mengalami kenaikan, total Pendapatan atau APBD juga mengalami kenaikan.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tabalong, Drs. H. Nanang Mulkani, M.Si menuturkan selama ini total pendapatan Bumi Saraba Kawa tidak pernah mencapai Rp 2 Triliun, hanya berkisar Rp 1,3 sampai Rp 1,4 Triliun.
“Tahun 2023 total pendapatan kabupaten Tabalong sudah diatas Rp 2 Triliun, tepatnya Rp 2,8 Triliun” bebernya pada kontrasx.com, Jumat (05/7) diruang kerjanya.
Nanang mengatakan tahun 2024 ini total pendapatan Tabalong akan memcapai Rp 3 Triliun.
“Insyaallah tahun ini di Anggaran Perubahan 2024 APBD kita akan mencapai diatas Rp 3 Triliun” tegasnya.
Ia menambahkan pendapatan Tabalong dalam kurun waktu beberapa tahun kedepan masih akan mengalami kenaikan.
Seperti diberitakan sebelumnya pendapatan daerah terbentuk dari beberapa komponen seperti Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pendapatan Transfer serta lain-lain Pendapatan yang sah.
PAD terdiri dari komponen antara lain Pajak daerah dan Retribusi daerah. Pendapatan lain-lain seperti jasa Giro, Bunga dan Dividen Badan Usaha Milik Daerah.
Sedang Pendapatan Transfer komponennya seperti Dana Perimbangan, Dana Alokasi Khusus (DAK), Dana Insentif Daerah (DID) dan Dana Desa.
Dana Perimbangan sendiri terbagi atas Dana Bagi Hasil (DBH) Pajak dan DBH Pertambangan. (Boel)































































