TANJUNG, kontrasx.com – Memperingati Hari Ulang Tahun Desa ke 25, pemerintahan Desa Lok Batu kecamatan Haruai kembali menggelar Shalawatan dan Ceramah Agama.
Event tahunan ini digelar Senin malam (12/5) dengan mendatangkan penceramah kondang di wilayah Kalsel, tepatnya dari Kabupaten HST.
Kepala Desa Lok Batu, Iberahim menyampaikan untuk ulang tahun desa kali ini pihaknya mendatangkan penceramah KH Bahran Jamil.
“Kita mengupayakan setiap hari jadi desa Lok Batu penceramahnya selalu berbeda, surprise untuk masyarakat. Kali ini kami mengundang KH Bahran Jamil dari Barabai” ujarnya pada kontrasx.com, Selasa (13/5).
Iberahim menerangkan lewat anggaran desa pihaknya tidak hanya mementingkan pembangunan sarana fisik seperti jalan dan jembatan tetapi juga membangun rohani warga.
“Kita ingin pembangunan seimbang, sarana dan prasarana sudah kita bangun, mental spiritual juga kita bina” jelasnya.
Ia menyebutkan kegiatan syiar keagamaan ini tak hanya dihadiri warga Lok Batu, namun dihadiri juga oleh warga desa sekitar seperti dari Masingai 1 dan 2, Kembang Kuning, Bilas, Catur Karya dan Kasiau.
“Camat dan Sekcam, Forkopimca dan seluruh kepala desa se-kecamatan Haruai maupun tokoh masyarakat juga turut berhadir” ucapnya.
Iberahim memperkirakan warga yang berhadir mengikuti kegiatan keagamaan tadi malam jumlahnya lebih dari 1000 orang.
“Alhamdulillah ramai, warga yang berhadir sepertinya lebih banyak dari tahun sebelumnya, kira-kira lebih dari 1000” imbuhnya.
Pihaknya pun mengaku senang karena kegiatan yang dilaksanakan ini mendapat respon positif dan dukungan penuh dari warga desa.
“Kita senang, karena masyarakat juga senang. Alhamdulillah warga desa termasuk masyarakat sekitar sangat mendukung dan antusias menyambut kegiatan ini” ungkapnya.
Di sisi lain, lewat peringatan HUT Desa ini Iberahim berharap generasi muda Lok Batu bisa mengetahui asal-usulnya.
“Momen ini bisa jadi pengingat bagi anak-cucu kami bahwa sebelum era kemerdekaan, para datuk-datuk kami dulunya menetap di
sekitar bentang sungai Jaing yang muaranya ada di desa Masukau. Namun karena faktor banjir lalu bergeser dan menetap di sini (Lok Batu). Salah satu peninggalannya Bedug dengan pahatan bertulis bulan 11 tahun 1960. Keberadaannya jauh sebelum ada transmigrasi di desa tetangga” pungkasnya. (Boel)






























































