TANJUNG, kontrasx.com – Lebih dari belasan orang anggota Lembaga Swadaya Masyarakat yang tergabung dalam Forum Koordinasi (Forkoord) LSM Tabalong menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan DPRD Tabalong.
Salah satu persoalan yang mendapat perhatian serius pihak LSM ini adalah adanya oknum anggota DPRD Tabalong yang “cawe-cawe” dalam pelaksanaan pengerjaan proyek Pokir (pokok pikiran) yang diserap dari masyarakat saat kegiatan Reses.
Koordinator Forkoord LSM Tabalong, Erwansyah mengungkapkan pihaknya memahami bahwa Pokir merupakan bagian dari amanat Undang-Undang yang melekat di anggota DPRD.
“Yang kita kritisi adalah dalam pelaksanaannya, memang tidak langsung mereka kerjakan tapi dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Yang kita takutkan nanti berindikasi fee proyek” ungkapnya pada kontrasx.com, Kamis (04/9) usai RDP.
Pria berambut gondrong yang akrab disapa Iwan Wong ini pun meminta Pokir cukup disampaikan di forum saja tanpa turut campur terlalu jauh.
“Pokir sampaikan saja di forum, kalau masuk ke teknis anggota DPRD jangan ikut-ikutan lagi” tandasnya.
Ia pun mengakui pihaknya mendapat informasi ada oknum anggota Dewan di Tabalong yang seperti itu, bahkan hingga mengintervensi ke SKPD teknis.
“Secara oknum ada terlihat, ada ditemukan” katanya
Iwan Wong berharap dengan adanya temuan ini Badan Kehormatan (BK) Dewan bisa melaksanakan tugasnya.
“Temuan seperti ini minimal secara administrasi kami adukan ke BK, kalau tidak ditanggapi mohon maaf, kami akan sampaikan ke yang lebih tinggi lagi, pemberitahuan pada Ketua Partai yang bersangkutan” tukasnya.
Sementara itu, senior LSM di Tabalong, lrwan Susandi atau biasa disapa Iwan Langsat mengakui pihaknya mendapat informasi tersebut dari masyarakat.
“Biar BK yang memproses. Laporan data dan namanya kita sampaikan hari ini” imbuhnya.
Terpisah, Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlepi menilai apa yang disampaikan oleh pihak LSM bertujuan untuk kebaikan dan kemajuan lembaga DPRD Tabalong.
“Apa yang disampaikan tersebut hanya variabel, substansinya ingin perbaikan fungsi dan pengawasan” jelasnya.
Riza pun tak bisa memberi statemen lebih jauh terkait adanya oknum anggota DPRD “nakal” yang ikut “cawe-cawe” pengerjaan Pokir hingga melakukan intervensi ke SKPD teknis.
“Saya tidak bisa menjawab detail, saya akan koordinasikan apa yang sudah disampaikan. Kalau ada data dan fakta yang jelas maka selaku pimpinan DPRD akan mengambil tindakan dan melakukan Sidang Kehormatan BK untuk mengingatkan orang-orang tersebut” ujarnya.
“Data dan fakta harus valid dulu agar informasi ini tidak bias. Kalau benar akan diambil tindakan melalui BK” timpalnya.
Hal lain yang juga menjadi sorotan pihak LSM adalah soal Perjalanan Dinas anggota DPRD Tabalong. (Boel)






























































