TANJUNG, kontrasx.com – Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menyatakan titik hotspot diwilayahnya mengalami penurunan bahkan hingga peristiwa kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi.
Hal ini berkat hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) atau hujan buatan yang dilakukan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Selatan, beberapa waktu lalu.
“Prakiraan cuaca oleh BMKG masih kemarau tapi hujan turun. Ini terjadi karena adanya OMC atau hujan buatan yang dilakukan BMKG, ternyata operasinya berhasil” ujarnya, Kamis (04/9).
Haris menyebut hingga saat ini titik hotspot di wilayah Tabalong mengalami penurunan.
“Perkembangan hari ini hotspot berkurang, hotspot terpantau ada 7 di Kecamatan Muara Uya dan Bintang Ara. Hotspot ini panas bumi saja” sebutnya.
Selain titik hotspot, peristiwa kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) pun tidak ada terjadi.
“Selama ditetapkan status siaga darurat Karhutla, sampai saat ini belum pernah terjadi kebakaran baik hutan maupun lahan cuma hotspot saja” bebernya.
Meski begitu, pihaknya tetap siaga terhadap Karhutla di wilayah Tabalong.
“Posko kami tetap siaga selama 24 jam, sampai tanggal 13 September, kalau ada perkembangan bisa diperpanjang. Armada dan perlengkapannya ada” ucapnya
“Setiap hari berjaga 20 orang, ada unsur TNI, Polri, Brimob, KPH, Orari, Rafi, TRC BPBD serta Satpol-PP dan Damkar” timpalnya.
Haris mengatakan selain kesiapsiagaan, sosialisasi terkait pencegahan dan penanganan Karhutla ke masyarakat tetap berjalan.
“Sosialisasi tetap jalan, kemarin saat kegiatan Bupati Bunga Desa di Desa Dambung dan Hegarmanah kita lakukan sosialisasi” katanya. (Can)






























































