TANJUNG, kontrasx.com – Politikus senior dari Dapil Utara Tabalong, H Jurni juga turut mendorong Peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang tidak memberatkan masyarakat kelas bawah.
Hal tersebut diungkapkannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Forum Koordinasi (Forkoord) LSM Tabalong yang turut dihadiri Badan Pendapatan Daerah (Bapenda).
Anggota DPRD Tabalong 5 periode ini menyampaikan masyarakat kelas bawah hingga pedagang tak berlapak di pasar-pasar kalau perlu tak usah dipungut pajak dan retribusinya.
“Kita sesuaikan saja dengan kondisi di Tabalong, banyak yang bisa di gali. Ini sekedar masukan” ujarnya di dalam forum RDP, kemarin.
Jurni membeberkan di Tabalong banyak terdapat perusahaan yang bisa digali potensi untuk menambah PAD.
“Asset milik daerah yang dikerjasamakan dengan TPI dan MSW, bisa di kaji ulang” ujarnya.
“Ada juga perusahaan yang izinnya hanya satu tapi kegiatan usahanya ada lebih dari satu, misalnya PT Conch yang memproduksi semen tapi juga menjual listrik. Kita bisa menyewa ahli perpajakan untuk menghitungnya” timpalnya.
Legislator kawakan ini juga mengingatkan besarnya ketergantungan daerah kita pada anggaran yang berasal dari Pemerintah Pusat.
Jurni juga mencontohkan 5 titik ruas jalan yang dilintasi angkutan tambang milik PT Adaro yang melintasi jalan milik daerah tanpa menggunakan jembatan penyeberangan.
“Hari ini ada yang sudah memakai lampu merah, artinya kita berbagi jalan, ini bisa di kaji juga. Tidak membuat jembatan tapi ada kontribusi (pada daerah) setiap tahun. Siapa tahu bisa dipungut juga” tuturnya.
Menurutnya kegiatan Pasca tambang juga bisa diserahkan pada daerah untuk dikelola.
“Jangan cuma di tanam singon, asal hijau saja. Siapa tahu bisa di tanam sawit” tukasnya. (Boel)






























































