Tanjung, kontrasx.com – Peringatan keras disampaikan Bupati Tabalong, Ir HM Noor Rifani saat membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun Anggaran 2027 di Kecamatan Murung Pudak, Kamis (29/1).
Di tengah proyeksi penurunan anggaran yang signifikan, Bupati menegaskan tidak ada tempat bagi pejabat yang hanya “berpangku tangan”.
Bupati mengungkapkan fakta terkait kondisi fiskal daerah. Jika tahun ini anggaran berada di angka 2,7 Triliun, pada tahun 2027 diprediksi akan mengalami penurunan drastis menjadi hanya Rp2,3 Triliun.
“Tahun 2027 kita mengalami penurunan yang luar biasa. Apa yang harus kita upayakan dengan Rp2,3 Triliun ini? Pertama, suka tidak suka, kita harus efisiensi,” tegas Bupati di hadapan peserta Musrenbang.
Strategi efisiensi ini akan menyasar kebiasaan operasional birokrasi. Bupati meminta kegiatan-kegiatan yang biasanya dilakukan di luar daerah atau hotel dialihkan ke kantor-kantor pemerintahan.
“Yang biasanya rapat ke Banjar, sekarang di sini saja. Yang biasanya di hotel, kita lakukan di kantor. Outcome-nya sama, tapi biayanya jauh lebih hemat,” imbuhnya.
Langkah kedua yang ditekankan adalah penguatan Networking (Jaringan). Bupati meminta Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) tidak lagi berpikiran lokal. Kolaborasi dengan pihak swasta dan masyarakat melalui gotong royong menjadi kunci di tengah keterbatasan dana APBD.
Ia mencontohkan keberhasilan Pemkab menjalin MoU dengan perusahaan A5 untuk pemagangan satpam serta bantuan alat power thresher di akhir Desember lalu sebagai buah dari jejaring yang kuat.
Namun, pesan tajam diarahkan pada evaluasi kinerja pejabat. Bupati menyatakan bahwa penilaian berdasarkan Manajemen Talenta.
“Mohon maaf, kepala SKPD yang tidak mencapai kinerja dan indikator RPJMD akan kita ganti. Ini bukan Bupati yang bicara, tapi sistem yang bicara. Jika tidak mampu memenuhi penilaian, posisi Anda akan kita geser,” ancam Bupati. (na)






























































