TANJUNG, kontrasx.com – Pertunjukan teatrikal hingga tarian tradisional membuka gelaran Sanggar Langit Malam Ramadhan (Salam Ramadhan) 2026, Sabtu (28/2) malam.
Gelaran yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Sanggar Langit Tabalong itu turut dihadiri sastrawan, seniman dan dan budayawan se-Kalimantan Selatan.
Dari pantauan kontrasx.com, pentas yang dilaksanakan di Kedai Sanggar Langit jalan Flamboyan, Murung Pudak begitu meriah dan jadi pusat perhatian masyarakat terutama kalangan anak muda.
Plt Kepala Disdikbud Tabalong, H Hasbi menyampaikan kegiatan ini menjadi ruang refleksi, ekspresi, sekaligus ruang pembentukan karakter generasi muda.
“melalui kegiatan sastra seperti ini, nilai-nilai religius dapat disampaikan dengan cara yang indah dan menyentuh hati” ucapnya.
Hasbi menuturkan gelaran tersebut juga selaras dengan semangat Tabalong SMaRT.
“Nilai religius tidak hanya tercermin dalam ibadah, tetapi juga dalam perilaku, karya, dan budaya literasi yang membangun peradaban yang berakhlak” tuturnya.
Ia berharap Sastra Langit Malam Ramadhan dapat menjadi agenda rutin tiap tahunnya.
“Saya juga berharap kegiatan ini dapat terus menjadi wadah pembinaan bakat, penguatan karakter, dan pengembangan budaya literasi, khususnya bagi generasi muda di Kalimantan Selatan” ujarnya saat membacakan sambutan Bupati Tabalong.
Sementara itu, pimpinan Sanggar Langit Tabalong, Lilis Marta Diana menerangkan Salam Ramadhan banyak diisi kegiatan kesenian.
“Dari baca puisi, penampilan teatrikal, tari-tarian, lalu ada kemah sastra yang diikuti seniman, sastrawan dan budayawan se-Kalimantan Selatan” terangnya.
Lilis juga menyebut puncak rangkaian kegiatan ditandai dengan peluncuran buku kumpulan puisi.
“Inikan Ramadhan jadi ada buka puasa dan sahur, kita sholat berjamaah juga. Puncaknya tadi peluncuran buku kumpulan puisi” sebutnya.
Ia berharap kegiatan memberi manfaat besar bagi perkembangan sastra di Tabalong.
“(Salam Ramadhan) ini juga kami harap kegiatannya dapat dikelola oleh dinas pendidikan dan kebudayaan” harapnya.
“Selain jadi daya tarik, bagian terpenting ialah menumbuhkan kecintaan pada kebudayaan serra mengembangkan minat bakat anak untuk berpikir lebih kreatif” tandas Lilis. (Can)






























































