TANJUNG, kontrasx.com – Seluruh jajaran sekretariat Bawaslu Tabalong mengikuti pelatihan jurnalistik, Senin (02/03).
Kegiatan yang dikemas melalui Ngabuburit Pengawasan dengan tema Pelatihan Jurnalistik Sumber Daya Manusia Pengawas Pemilu itu dilaksanakan di Aula Bawaslu Tabalong.
Tak hanya jajaran sekretariat, komisioner Bawaslu Tabalong turut mengikuti rangkaian pelatihan jurnalistik tersebut.
Suasana yang tenang dengan pena yang terus bergerak sambil merangkai tulisan menjadi berita begitu dinikmati para peserta ketika mendapatkan tugas dari narasumber.
Pelatihan jurnalistik kali ini, Bawaslu Tabalong menghadirkan jurnalis Koran Kontras, Chandra Bagus Santoso sebagai narasumber. Disana Ia membagikan pengetahuan seputar teknik dasar jurnalistik, penyusunan berita, hingga etika dalam penyampaian informasi publik.
Chandra menekankan kemampuan menulis bukan sekadar teknis, tetapi juga bagian dari tanggung jawab dalam menjaga akurasi dan kredibilitas informasi.
“Setiap kegiatan Bawaslu memiliki nilai berita dan setiap pegawai Bawaslu adalah Humas. Tinggal bagaimana kita mengemasnya secara jelas, faktual, dan berimbang agar publik memahami kerja-kerja Bawaslu” ujarnya.
Sementara, Plt Ketua Bawaslu Kabupaten Tabalong, H Taberani menyampaikan pelatihan jurnalistik ini jadi upaya penguatan kapasitas SDM dalam membangun transparansi dan akuntabilitas kelembagaan.
“Melalui kegiatan ini, seluruh jajaran didorong untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia dan nilai-nilai kelembagaan” ucapnya.
Taberani menuturkan kegiatan ini merupakan tindak lanjut Surat Edaran Bawaslu RI Nomor 4 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Ngabuburit Pengawasan dalam Rangka Penguatan Spirit Kelembagaan Bawaslu.
“Adanya kegiatan ini, tidak hanya memperkuat spirit Ramadhan tetapi juga menegaskan komitmen kami untuk terus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pengawasan pemilu yang informatif dan berintegritas” tuturnya.
Dikesempatan sama, salah satu staf Bawaslu Tabalong, Muthia Kanza mengaku mendapatkan banyak pengetahuan dan meningkatkan pengelolaan konten sesuai standar jurnalistik.
“Pelatihan ini memberikan saya bekal untuk lebih percaya diri dalam menulis dan membuat konten informatif” pungkasnya. (Tim)





























































