TANJUNG, kontrasx.com – Usai menyambangi Workshop Alat Berat milik Disnaker di jalan Nan Sarunai, Komisi l DPRD Tabalong langsung melanjutkan kunjungan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tabalong.
Ketua Komisi l DPRD Tabalong, H Akhmad Helmi menuturkan fokus kunjungan pihaknya ke Dispersip adalah untuk meninjau keberadaan Studio mini.
“Beberapa tahun lalu kita memang sudah merencanakan untuk membangun studio mini untuk meningkatkan literasi anak-anak Tabalong” bebernya, Senin (21/9) usai kegiatan.
Helmi menyatakan pihaknya memberi apresiasi terhadap keberadaan studio mini tersebut.
“Kita apresiasi, keberadaan studio ini sudah representatif, sudah memadai dan nyaman” ujarnya.
Menurutnya studio milik Dispersip ini sudah layak dipergunakan dan kapasitasnya pun sudah mencukupi dengan jumlah kursi sebanyak 40 buah.
Komisi l juga menyarankan agar jumlah penayangan film dokumenter khususnya terkait Kabupaten Tabalong ditambah.
“Kita sarankan penambahan penayangan film-film dokumenter terutama sejarah berdirinya Kabupaten Tabalong” bebernya.
Terkait titik baca, pihaknya juga sudah menyetujui penambahan anggaran untuk menambah lokasi di tahun 2026.
“Titik baca yang sudah dilaksanakan ada 55 lokasi. Di Perubahan anggaran 2026 akan ditambah 15 titik lagi, anggarannya sudah disetujui” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Dispersip Tabalong, Hj Norhayati menerangkan keberadaan studio mini berkaitan erat dengan literasi.
“Adanya studio ini membuat anak-anak lebih tertarik lagi untuk belajar. Belajar bukan hanya lewat membaca, namun bisa juga lewat visual” terangnya.
Menurutnya, tingkat kunjungan ke studio mini akan berpengaruh pada penilaian kegemaran membaca.
“Tingkat kunjungan semakin tinggi juga akan menjadi indikator penilaian tingkat kegemaran membaca juga” imbuhnya.
Norhayati pun menyatakan pihaknya sudah merencanakan untuk menambah film dokumenter namun terkendala dipembiayaan karena adanya efisiensi. (Boel)

































































