TANJUNG, kontrasx.com – Tahun ini setidaknya puluhan Kilometer anak sungai di berbagai wilayah Tabalong dilakukan pemeliharaan.
Hal tersebut disampaikan Kabid Sumber Daya Air (SDA) Dinas PUPR Tabalong, Iwan Romaidi.
“Di tahun 2026 ini kita melaksanakan kegiatan pemeliharaan berkala sungai di berbagai wilayah Tabalong baik Utara, Tengah maupun Selatan. Panjang keseluruhannya sekitar 48 km” bebernya pada kontrasx.com, kemarin.
Ia menjelaskan dari wilayah Kecamatan Tanta, pihaknya melaksanakan kegiatan pemeliharaan berkala sungai mulai dari hulu hingga ke wilayah Selatan.
“Mulai hulunya di Pulau Ku’u turun ke Walangkir terus turun ke Masintan” ujarnya.
“Di Masintan kita bikinkan crossing untuk menyeberang ke sungai Tabalong” sambungnya.
Menurutnya, aliran dari hulu ini seharusnya ada empat aliran, namun tertutup 2.
“Karena ada program Jifoc, mau tidak mau kami bikinkan lagi yang di Masintan (crossing) tadi supaya daerah Madang tidak tergenang” jelasnya.
Iwan menyatakan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan Dinas PUPR untuk program Cetak Sawah.
Ia menyebutkan beberapa lokasi tempat kegiatan normalisasi sungai tersebut diantaranya di wilayah Kecamatan Tanta, Muara Harus dan Kelua.
“Di Kecamatan Tanta lokasinya di Pulau Ku’u dan Walangkir sepanjang 5 km, di Kecamatan Muara Harus panjangnya sekitar 10 km, di wilayah Kecamatan Kelua sekitar 10 km termasuk di Masintan dan Bahungin” terangnya.
Iwan menuturkan normaliasi anak sungai ini sebagian menggunakan Exkavator Amfibi dan sebagian Exkavator biasa.
“Tergantung lokasinya. Kalau lokasinya berlumpur kita gunakan yang Amfibi, kalau cuman tanah kita pakai yang biasa” jelasnya.
Ia menegaskan pihaknya terus mengupayakan agar aliran air (anak sungai di area persawahan) dari hulu hingga hilir lancar. (Boel)

































































