TANJUNG, kontrasx.com – Pemerintah Kabupaten Tabalong telah menginvetarisir dan menganggarkan apa saja kebutuhan yang akan digunakan untuk penanganan Karhutla melalui dana bantuan presiden (Banpres) senilai Rp 10 Miliar.
Hal tersebut disampaikan Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani baru-baru ini.
“Untuk penanganan Karhutla memang ada juklak juknis yang sudah disampaikan, salah satu yang kita lakukan adalah menginventarisasi kebutuhan di lapangan yang dilakukan BPBD dan Dinas Kesehatan dengan pertemuan bersama para UPBS” ujarnya.
H Fani menuturkan hasil inventarisasi dari pertemuan tersebut telah disampaikan ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) sebagai dasar dalam menentukan kebutuhan sarana dan prasarana penanganan Karhutla.
“Dari hasil itulah mereka menyampaikan kebutuhan ke TAPD terkait kebutuhan di lapangan” tuturnya.
Sementara, Kepala BPKAD Tabalong, H Husin Ansari menerangkan Banpres Rp10 miliar sudah masuk dan akan dilakukan percepatan untuk penggunaannya.
“Bantuannya sudah di BPKAD, kemarin sudah kami buka input dan sudah disepakati untuk semua item-itemnya, hari ini mudah-mudahan selesai, Kamis kami tutup dan kalau dibutuhkan bisa langsung diminta” terangnya.
Husin menyampaikan penggunaan anggaran Banpres ini hanya di dua SKPD yakni BPBD dan Dinas Kesehatan.
“BPBD itu (penggunaannya) mencapai Rp 9,6 miliar, sisanya di Dinas Kesehatan” ujarnya.
Ia mengatakan Banpres ini harus digunakan untuk penanganan Karhutla dan tidak untuk kegiatan lain.
“Ini memang untuk Karhutla semuanya termasuk penanganan kesehatannya. (Banpres) ini harus habis terpakai (diberi tenggat) sampai Desember” katanya.
Banpres Rp 10 Miliar ini akan digunakan Pemkab Tabalong untuk beberapa keperluan
seperti pengadaan truk tangki, mesin pemadam portabel (Alkon), mesin pemadam jinjing dan gendong, alat pelindung diri (APD), operasional BBM, masker hingga ruang oksigen di seluruh Puskesmas serta PSC 119 Tabalong Smart.
Sarana dan operasional pendukung penanganan Karhutla ini mencakup tujuh unit mobil tangki air yang tidak hanya digunakan saat pemadaman kebakaran, tetapi juga memperkuat kapasitas distribusi dan ketersediaan air.
Kemudian, pengadaan 90 unit mesin pemadam jinjing dan gendong beserta APD untuk mendukung mobilitas dan efektivitas petugas serta relawan dalam melakukan pemadaman kebakaran di lapangan.
Selain itu, juga ada 90 unit mesin pemadam portabel untuk memperkuat sarana pemompaan dan penyaluran air dalam kegiatan pemadaman Karhutla.
Guna mendukung operasional di lapangan, ada bantuan 17.000 liter BBM yang digunakan untuk menunjang mobilisasi petugas dan kegiatan pemadaman Karhutla.
Dari sisi kesehatan, Pemkab Tabalong juga menyiapkan 5.000 kotak masker yang akan dibagikan ke masyarakat yang diharapkan dapat membantu mengurangi paparan asap akibat Karhutla.
Selain itu, disiapkan juga multivitamin, tetes mata untuk mengatasi keluhan iritasi mata akibat kabut asap, serta obat-obatan asma lengkap dengan alat uap nebulizer serta obat Ventolin bagi warga yang mengalami sesak napas.
Tak hanya itu, dibuka fasilitas ruang oksigen dan oksigen portabel atau kaleng ukuran 500 gram di 18 Puskesmas dan PSC 119 Tabalong Smart sebagai langkah antisipasi dan penanganan gangguan pernapasan yang dapat terjadi akibat paparan kabut asap. (Can)
































































