TANJUNG, kontrasx.com – Peristiwa Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kabupaten Tabalong semakin mengalami penurunan.
Bupati Tabalong, Ir H Muhammad Noor Rifani mengimbau seluruh lapisan masyarakat dan instansi terkait untuk tidak lengah dan tetap meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana.
“Kita tidak berharap lagi ada Karhutla di Tabalong. Sesuai prediksi BMKG kemarau ini masih ada sampai Desember, jadi saya kira kita tetap waspada” imbaunya.
Berdasarkan informasi Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi menyampaikan hingga kini laporan tentang kejadian Karhutla tidak ada.
“Situasi saat ini (Karhutla) dalam keadaan menurun atau eskalasinya melandai, dan kita lihat beberapa saat ini tidak ada laporan yang masuk terkait kebakaran lahan” ucapnya saat ditemui belum lama tadi.
Haris menuturkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) di Tabalong saat ini sudah menunjukan kondisi membaik.
“Kondisi cuaca, baik ISPU maupun kecerahannya dapat kita lihat bahwa masyarakat dapat melakukan aktifitas seperti biasa” tuturnya.
Meski Karhutla melandai, masih ada beberapa wilayah yang terdampak kekeringan.
“Ada beberapa daerah yang masih kekeringan karena sumber airnya sudah tidak ada. Saat ini masih diberikan bantuan air bersih dengan jadwal yang sudah ditentukan setiap Minggu” ujarnya.
Ia menyebut wilayah kekeringan ini tersebar di wilayah Utara, Tengah dan Selatan.
“Ada beberapa wilayah yang menjadi perhatian dan selalu diberikan air bersih seperti di wilayah Utara ada di Kecamatan Muara Uya yaitu Desa Ribang dan Kupang Nunding kemudian Kecamatan Haruai ada Desa Saradang, Bongkang, Pasar Panas” sebutnya.
Lalu, di wilayah Tengah di Kecamatan Murung Pudak Desa ada Desa Maburai dan Kapar, lalu di Kecamatan Tanta di Desa Walangkir, Barimbun, Padang Panjang, di Kecamatan Tanjung kelurahan Jangkung di Mungkur Ganas atau Gumuk serta Wikau.
“Selanjutnya di Selatan ada di Kecamatan Muara Harus yaitu di Desa Padangin” ucap Haris.
Haris mengatakan hingga saat ini sudah jutaan liter air bersih yang didistribusikan ke masyarakat yang terdampak ke kekeringan.
“Total yang disalurkan sampai saat ini 1.792.000 liter” katanya. (Can)

































































