TANJUNG, kontrasx.com – Saat PT Mantimin Coal Mining (MCM) menggelar Diskusi Publik terkait rencana pasca tambang, salah satu topik diskusi yang mengemuka adalah persoalan tenaga kerja lokal.
Hal tersebut disampaikan Pjs Kepala Tehnik Tambang (KTT) PT MCM, Armes.
“Hasil diskusi ada dua garis besar, salah satunya keinginan mereka (peserta diskusi) untuk menerima tenaga kerja lokal lebih banyak” ujarnya, Jum’at (23/1) usai diskusi publik di hotel Aston Tanjung.
Namun, disisi lain Armes mengakui pihaknya tidak bisa ekspansi lebih masif karena ada aturan yang harus ditaati.
“Ada pembinaan-pembinaan juga dari DLH, Dinas Kehutanan, banyak arahan-arahan juga” imbuhnya.
Ia pun menyatakan secara khusus Bupati Tabalong maupun Bupati Balangan sebagai pemimpin daerah dua lokasi konsesi PT MCM meminta agar menyerap banyak tenaga kerja lokal.
Menurutnya MCM sudah mulai beroperasi lagi meski sebelumnya sempat berhenti sementara.
“MCM sudah mulai beroperasi, sempat break. Baru normal lagi saat TPR membuka jalan, kita ikut jalan (milik) TPR” bebernya.
“Kalau produksi masih belum, ada stok yang masih banyak” timpalnya.
Armes menyebutkan saat ini PT MCM memiliki 900 karyawan yang sebagian besar masyarakat lokal.
“Ada 900 tenaga kerja, 60 persen warga lokal, baik dari Tabalong maupun Balangan. Konsesi kita ada di dua Kabupaten ini” ungkapnya.
Terkait target produksi, ia menyatakan di RKB tiga tahunan sebanyak 4 juta ton.
“Kementerian ESDM belum menerbitkan yang terbaru, jadi acuan kami di 2026 masih 4 juta ton” katanya.
Disinggung, adakah kawasan PT MCM yang masuk dalam kawasan hutan lindung, Armes membantahnya.
“Tidak, kita aman. Hanya kawan hutan produksi dan APL” pungkasnya.
Diketahui, PT MCM memiliki luas PKP2B 3.944 ha dengan area Kabupaten Tabalong dan Balangan. (Boel)






























































