Tanjung, kontrasx.com – Fenomena kabut asap kembali menyelimuti wilayah Kabupaten Tabalong dalam beberapa hari terakhir. Namun, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabalong memastikan bahwa asap tersebut bukan bersumber dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Tabalong.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Tabalong, Haris Fakhrozi, mengungkapkan bahwa berdasarkan pemantauan dan analisis data satelit dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), titik kebakaran di wilayah Kabupaten Tabalong saat ini terbilang sangat minim dan tidak berdampak signifikan.
“Asap yang timbul ini kami tegaskan bukan berasal dari kebakaran hutan maupun lahan yang ada di Kabupaten Tabalong. Dalam dua hari terakhir memang tidak ada karhutla skala besar di daerah kita,” jelas Haris saat berkunjung ke Balai Wartawan PWI Tabalong, Senin (19/10).
Haris menjelaskan, munculnya kabut asap di Tabalong merupakan dampak kiriman akibat pergerakan angin. Berdasarkan pantauan satelit BMKG, titik karhutla yang cukup marak justru terjadi di wilayah barat Kalimantan Selatan.
“Terjadi pergerakan massa udara dari wilayah barat menuju ke utara Kalimantan Selatan, yaitu ke wilayah Kabupaten Tabalong. Sehingga asap yang berada di wilayah barat tersebut terbawa hingga ke daerah kita,” tambahnya.
Sebagai langkah penanganan, BPBD Tabalong terus memperkuat kesiapsiagaan, mitigasi, serta rutin menyampaikan rilis update titik panas (hotspot) melalui aplikasi Sipongi dan BMKG, termasuk memberikan peringatan dini terkait cuaca kepada masyarakat.
Haris juga menekankan pentingnya sinergi lintas sektor dalam kerangka pentahelix yang melibatkan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, komunitas/masyarakat, dan media guna meminimalkan risiko bencana.
Menurutnya, bencana tidak bisa diprediksi secara pasti, sehingga kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk mengurangi dampak kerugian harta benda maupun korban jiwa.
Ia pun mengapresiasi peran aktif para wartawan yang konsisten menyajikan informasi terpercaya, menyejukkan, serta membantu menyebarluaskan edukasi mitigasi bencana kepada masyarakat luas. (Red)
































































