TANJUNG, kontrasx.com – Ketua Komisi II DPR RI, Muhammad Rifqinizamy Karsayuda menyambangi Kabupaten Tabalong, Rabu (28/10).
Politisi muda asal Kalsel ini datang untuk mengunjungi kantor BPBD kabupaten Tabalong.
Kehadirannya langsung disambut Ketua DPRD Tabalong, Riza Fahlipi serta Kepala BPBD, Haris Fakhrozi, Camat Murung Pudak, Rony Saputra serta para relawan UPBS.
Rifqi menuturkan kedatangannya ke BPBD untuk memastikan penyaluran Bantuan Presiden (Banpres) Karhutla di Tabalong sudah sesuai peruntukannya.
“Kedatangan saya ke Tabalong untuk memastikan bahwa dana APBN melalui Banpres yang telah di transfer ke Kas Daerah Kabupaten Tabalong sebesar Rp 10 miliar untuk penanganan bencana karhutla itu telah diskemakan dan dijalankan tepat sasaran” tuturnya.
Tak hanya dalam fasilitas penanganan Karhutla, ia juga menyatakan kesehatan para relawan harus diperhatikan.
“Tadi kami juga memastikan seluruh relawan bisa bekerja dengan baik” tegasnya.
Ia menyebut sektor kesehatan ini akan terus di dorong berpartisipasi dalam penanganan Karhutla.
“Saya rasa seluruh Puskesmas di Tabalong harus kita aktivasi memastikan ketersediaan obat-obatan dan ketersediaan oksigen” ujarnya.
“Paling penting nanti Bupati kita dorong untuk membuat adanya skema on call di bidang kesehatan. Jadi kalau ada orang sakit di kampung melalui kadesnya atau orangnya langsung bisa menghubungi puskesmas terdekat” timpalnya.
Rifqi pun menegaskan agar Camat, Kepala Desa hingga tingkatan bawahnya melakukan penertiban masyarakatnya agar tidak mudah melakukan pembakaran lahan.
“Musim kemarau seperti ini sangat memungkinkan cepat menyebarkan api ke manapun, sehingga nanti kita akan kewalahan untuk melakukan pemadamam” ujarnya.
Ia juga memberikan dukungan kepada BPBD Tabalong untuk memperkuat kelembagaan termasuk logistik dan sarana prasarananya.
“Mudah-mudahan kami bisa segera berkoordinasi dengan kepala BNPB di tingkat pusat untuk diberikan bantuan kepada kabupaten Tabalong” katanya.
Sementara, Kepala BPBD Tabalong, Haris Fakhrozi membeberkan penggunaan Banpres yang diterima sudah pihaknya rumuskan.
“Kami sudah menyusun skemanya, anggaran Rp 10 miliar itu hanya untuk penanganan Karhutla. Peralatan yang kita beli untuk mendukung penanganan karhutla akan diserahkan langsung kepada masyarakat, InsyaAllah pemerintah daerah tidak ada menggunakan untuk keperluan lain” bebernya.
Haris menyampaikan dalam penanganan karhutla di Tabalong pihaknya turut melibatkan relawan UPBS.
“Mereka membantu semua kegiatan penanganan bencana yang dikoordinir dan dikomandoi BPBD Tabalong” pungkasnya. (Can)

































































