TANJUNG, kontrasx.com – Setyawan Andri Wibowo, yang baru menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Rumah Sakit Umum Daerah Haji Badaruddin Kasim (RSUD HBK) selama tiga minggu, langsung dihadapkan pada “tantangan” besar.
Wakil Bupati Tabalong dan Tim Transisi menantangnya untuk membenahi rumah sakit ini menjadi yang terbaik di wilayah Banua Enam atau Hulu Sungai, baik dari segi pelayanan, sumber daya manusia (SDM), maupun fisik bangunan.
Tantangan ini terungkap dalam Rapat Koordinasi yang dihadiri oleh Wakil Bupati, manajemen RSUD HBK, para dokter, tim transisi, dan instansi terkait lainnya.
Menanggapi tantangan tersebut, Setyawan menyatakan kesiapannya untuk bekerja keras bersama timnya.
“Kita sanggupi 2 tahun atau jalan tahun ke 3, akan kita penuhi,” tegasnya.
Namun, ia juga realistis dan tidak ingin memberikan janji muluk-muluk. “Minimal baik dulu lah (pelayanannya), tidak akan muluk-muluk ke arah sana (terbaik se banua enam),” ujarnya.
Fokus utama Setyawan dalam tiga bulan masa jabatannya sebagai Plt adalah pembenahan pelayanan.
“3 bulan jadi Plt ini akan saya selesaikan permasalahan pelayanan, ini sekarang yang sedang dijalani,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa saat ini sedang dilakukan pemetaan masalah dan perbaikan alur pelayanan. “Kita akan lakukan perbaikan-perbaikan,” tandasnya.
Setyawan menyadari harapan besar masyarakat akan pelayanan terbaik, dan ia meminta waktu untuk melakukan pembenahan. “Kami sampaikan pada masyarakat kami perlu waktu untuk perbaikan itu. Kita akan kesana. Alhamdulillah sepaham dengan Manajemen, dokter dan karyawan. Insyaallah ke depan step by step kita perbaiki,” tukasnya. Tantangan ini menjadi ujian berat bagi Setyawan, namun dengan dukungan tim dan komitmen yang kuat, ia optimis dapat membawa RSUD HBK menjadi rumah sakit yang lebih baik dan memberikan pelayanan yang berkualitas bagi masyarakat Tabalong dan sekitarnya. (boel)






























































