TANJUNG, kontrasx.com – Salah satu upaya yang dilaksanakan Rumah Sakit Umum Daerah H Badaruddin Kasim (RSUD HBK) Tanjung dalam upaya meningkatkan mutu layanan adalah menggelar Forum Konsultasi Publik.
Forum konsultasi Publik Tahun 2025 ini mengangkat tema Peningkatan Mutu Pelayanan RSUD HBK melalui Smart Hospital untuk mendukung program Tabalong Pasti Sehat.
Di dalam forum, Direktur RSUD HBK, Setyawan Andri Wibowo memaparkan bagaimana kondisi terkini fasilitas dan SDM yang ada di Rumah Sakit termasuk soal alur pelayanan.
Wawan, sapaan akrabnya menyampaikan saat ini SDM yang ada di RSUD berjumlah sekitar 637 orang dengan rincian PNS berjumlah 228 orang, PPPK sebanyak 37 orang, pegawai BLUD berjumlah 342 orang dan Outsorching 30 orang.
Adapun jenis layanan yang ada di Rumah Sakit seperti rawat jalan, rawat inap, gawat darurat dan pelayanan penunjang (laboratorium, farmasi, radiologi dan lain-lain).
Untuk rawat jalan layanan yang diberikan terbagi dalam 20 Poli. Sedang tempat tidur yang ada di rawat inap seluruhnya berjumlah 169.
Peserta diskusi pun antusias memberikan berbagai masukan, saran dan pertanyaan dengan harapan kualitas pelayanan Rumah Sakit kebanggaan daerah ini semakin optimal dan ada upaya pembenahan secara serius oleh pihak manajemen Rumah Sakit.
Sebagian besar persoalan yang menjadi keluhan masyarakat yang berobat di RSUD ini disampaikan agar bisa ditindaklanjuti.
Beberapa persoalan yang menjadi bahasan diantaranya sikap dan perilaku petugas saat melayani pasien, SDM tenaga kesehatan, fasilitas penunjang yang tidak berfungsi optimal, jam layanan dokter, keberadaan dokter saat akhir pekan, sanitasi, antrian pasien khususnya yang sudah berumur dan kurang mengerti teknologi serta hal lainnya yang selama ini menjadi sorotan masyarakat.
Terpisah, Direktur RSUD HBK, Setyawan Andri Wibowo menegaskan semua masukan yang disampaikan peserta forum konsultasi publik ini akan ditindaklanjuti.
“Semua masukan-masukan akan ditindaklanjuti dan jadi indikator kinerja kita untuk diperbaiki” ujarnya pada kontrasx.com, Kamis (11/9) siang usai acara.
“Akan kita tindaklanjuti secepatnya, masukan-masukan akan dipilah, mana yang prioritas, mana yang utama dan mana yang tambahan dan akan diselesaikan secepatnya” timpalnya.
Ia pun mengucapkan terimakasih pada para peserta yang sudah hadir dan memberi berbagai saran masukan.
Forum Konsultasi Publik sendiri dihadiri berbagai pihak seperti SKPD terkait, perwakilan Kecamatan, Puskesmas, Organisasi Keagamaan, Komunitas dan perwakilan dari media. (Boel)






























































