TANJUNG, kontrasx.com – Kondisi sungai Tabalong yang keruh kuning kecoklatan hampir sepanjang hari dalam beberapa kurun waktu terakhir ini menyita perhatian masyarakat.
Biasanya, saat musim kemarau dimana hujan jarang turun, air sungai Tabalong lebih jernih dan bening. Sedangkan saat ini kondisi warna air sama saat musim penghujan.
Terkait kondisi ini, Kepala Dinas Lingkungan Hidup ( DLH) Tabalong, Erfin Nirza Siregar angkat bicara.
Erfin mengatakan upaya menjernihkan air sungai Tabalong seperti semula susah dilakukan.
“Kalau upaya menjernihkan air sungai agak susah, tidak mungkin dilakukan, artinya mengembalikan seperti semula” jelasnya pada kontrasx.com, Rabu (05/8) di ruang kerjanya.
Namun, pihaknya selalu melakukan pemantauan terhadap aktifitas yang ada di hulu sungai Tabalong yang dilakukan oleh beberapa entitas dan memiliki kewajiban untuk memberi laporan.
“Mereka selalu menyampaikan tentang pengelolaan lingkungan sesuai apa yang disampaikan ke kantor. Laporan itu terus-menerus kami terima, dan sampai sekarang laporannya tidak ada yang melebihi baku mutu” ungkapnya.
Ia menyebut entitas yang menyampaikan laporan per triwulan tersebut tergantung usaha dan kegiatannya.
“Ada usaha perkebunan, pertambangan, IUPHHK yang semuanya terdaftar dan punya dokumen lingkungan. Mereka harus memberi laporan pada kami sesuai kewajibannya saat diberi izin. Sejauh ini laporannya masih dibawah ambang baku mutu, normal” katanya.
Menurutnya, meski tidak dilakukan monitoring ke bagian hulu sungai Tabalong, kegiatan yang melakukan aktifitas selalu ada laporannya.
“Laporannya triwulanan” imbuhnya.
Ervin menjelaskan kondisi kemarau dan hujan tidak turun air sungai menjadi jernih merupakan pernyataan sepihak.
“kemarau, tidak ada hujan air sungai jernih itu sepihak. Kelihatannya itu tidak bisa juga kita generalisir seperti itu” ujarnya.
“Tapi kalau memang diharapkan seperti itu adanya, saya rasa seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk dengan aktifitas lain yang mau tidak mau membebani sungai itu pasti ada perubahan terhadap semuanya” timpalnya.
Ia pun mengaku pihaknya melakukan pengawasan terhadap kondisi sungai Tabalong, termasuk mengambil sampel air untuk uji laboratorium.
“Kita lakukan pengawasan, bahkan dari Provinsi juga ada pengawasannya” ucapnya.
Disinggung kemungkinan ada aktifitas ilegal di wilayah hulu yang menyebabkan air sungai Tabalong tak kunjung jernih, Erfin tak mau berspekulasi.
“Tidak bisa lakukan praduga seperti itu. Kita hanya lihat dari keadaan yang sekarang. Selama laporannya itu disampaikan, ya sudah kewajiban terhadap pemenuhan kewajiban itu sudah dilaksanakannya” pungkasnya. (Boel)
































































