TANJUNG, kontrasx.com – Setidaknya ada puluhan ribu eksemplar jumlah koleksi buku yang tersedia di Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Tabalong.
Penyediakan berbagai jenis buku bacaan ini merupakan salah satu upaya yang dilakukan Dispersip untuk meningkatkan Literasi masyarakat Tabalong.
Kepala Dispersip Tabalong, Hj Norhayati menuturkan sampai tahun ini jumlah koleksi buku yang ada di Perpustakaan daerah mencapai 79.837 eksemplar.
“Jumlah koleksi buku kita saat ini yang tersedia ada 79.837 eksemplar dan jumlah anggota perpustakaan sebanyak 30.293 orang” ujarnya pada kontrasx.com, Kamis (04/12).
Ia menuturkan ada berbagai jenis koleksi buku yang tersedia di perpustakaan milik daerah ini.
“Jenisnya bermacam-macam. Dari buku fiksi dan nonfiksi. Kita juga selalu mengupayakan ada penambahan buku baru sehingga koleksi kita semakin lengkap” bebernya.
Norhayati mengatakan tahun 2025, jumlah kunjungan ke Perpustakaan mencapai puluhan ribu orang.
“Total pengunjung tahun ini sekitar 43.271 orang. Untuk Pustakawan dan Pustakawan besertifkat ada 4 orang” ujarnya.
Ia menyebutkan pengunjung Perpustakaan berasal dari kalangan pelajar hingga masyarakat umum.
“Ada pelajar dari SD, SMP maupun SMA sederajat, termasuk mahasiswa juga sering datang berkunjung, termasuk masyarakat umum” imbuhnya.
Norhayati berharap dengan banyaknya koleksi buku yang tersedia masyarakat menjadi semakin senang membaca dan literasi warga Tabalong semakin meningkat.
Alur Pengadministrasian Buku di Perpusda
Terpisah Kabid Layanan Perpustakaan dan Pengembangan Koleksi Dispersip Tabalong, Subhan menjelaskan bagaimana alur pendataan buku yang disiapkan di Perpustakaan Daerah.
“Buku tidak sekedar di pesan, beli dan pajang, ada langkah-langkah yang terlebih dahulu harus dilakukan. Kita tertib administrasi” katanya.
Ia menerangkan setelah buku yang dipesan datang pihaknya akan melakukan pengecekan terlebih dahulu apakah sudah sesuai dengan yang dipesan.
“Setelah kita cek, buku diberi stempel dan diinventarisir, kemudian diklasifikasikan sesuai jenis bukunya, baru diberi penomoran, barcode dan katalog buku” tuturnya.
Berikutnya, data buku-buku tersebut di input pada aplikasi Sistem Informasi Manajemen Perpustakaan Daerah (SIMPUSDA).
“Setelahnya buku disampul dan dilakukan penempelan slip pengembalian atau kartu kendali” timpalnya.
Terakhir, buku akan disusun pada rak-rak buku sesuai klasifikasi. (Boel)































































